Menggenggam Cookies Melatih Motorik Anak

pascal-edu.com – anak saya (1) sedang belajar makan makanan padat. Saya ingin tanya, apakah saya boleh memberikan cookies yang mengandung madu? Lalu benarkah dengan mengunyah dan menggenggam cookies dapat melatih motorik yang ada di mulut dan tangannya? Apakah hal ini akan berdampak pada perkembangan kognitifnya. Berapa jumlah cookies yang bisa saya berikan setiap hari? Mohon jawaban dokter. Terima kasih. Laily Indriati – Jakarta

Karena anak Ibu sudah berusia 1 tahun, maka ia sudah dapat menikmati cookies madu. Seperti kita ketahui, madu tidak dianjurkan pada bayi berusia kurang dari 1 tahun karena spora kuman Clostridium botulinum yang ada di dalam madu. Berdasarkan pe – nelitian, masuknya spora ini dalam saluran cerna bayi (anak yang usianya kurang dari 1 tahun) dapat menimbulkan gangguan saraf yang disebut botulism.

Namun saluran pencernaan anak di atas 1 tahun dan orang dewasa sudah mampu mencegah spora tersebut. Mengenai dampak mengunyah dan menggenggam cookies dapat melatih motorik, memang benar demikian. Pada dasarnya di usia ini anak akan mencoba meraih dan memegang berbagai benda. Benda kecil yang diraih akan dipegang oleh jari-jemarinya sebelum dimasukkan ke dalam mulut.

Inilah bentuk paling praktis dari latihan motorik halus dan koordinasi berbagai organ tubuh (khususnya mata, tangan, dan mulut) bagi seorang bayi. Ia juga akan semakin berkembang kemampuan kognitifnya karena terlatih mengenai bentuk dan warna benda. Demikian pula gerakan mulutnya menggigit, mengunyah, mengatur makanan dalam mulut dengan lidah, dan kemudian menelannya adalah suatu rangkaian kemampuan koordinasi motorik yang akan berkembang melalui latihan.

Tanpa tahapan ia mencoba dan melakukan ini, kemampuan makannya akan tidak berkembang. Bahkan, ku rang nya stimulasi dalam hal berlatih motorik halus dan kemampuan menelan ini kerap menyebabkan masalah kesulitan makan pada anak di usia selanjutnya. Seiring dengan kemampuan motoriknya, tentu kemampuan kognitif akan berkembang pula. Mengenai jumlah cookies yang di berikan sebenarnya tidak ada batasan kaku.

Cookies umumnya diberikan sebagai camilan diantara waktu makan utama. Biasanya yang dijadikan patokan adalah tidak memberikan camilan 1—2 jam sebelum jadwal makan utama supaya si kecil tidak keburu kenyang. Madu sendiri sebenarnya merupakan sumber nutrisi yang baik, dengan kandungan karbohidrat, pro – tein, mineral, dan vitamin yang mudah diserap dan menjadi sumber energi bagi tumbuh kembang anak. Dalam beberapa penelitian belakangan bahkan pemberian madu diduga bermanfaat mengurangi gejala batuk pada anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *