Risiko Alergi Pada Anak Bila Orangtua Menderita Alergi

sat-jakarta.com – Dokter, anak saya baru berusia 1 tahun. Saya punya kekhawatiran, Dok. Begini, saya dan suami sama-sama penderita alergi. Saya pernah membaca kalau kedua orangtua merupakan penderita alergi, risiko anak untuk menderita alergi cukup tinggi. Saya ingin anak saya sehat, Dok, dan tidak menderita alergi. Apakah itu mungkin, Dok? Apakah alergi bisa dicegah? Terima kasih. Sari Dewi – Palembang

Betul sekali, Ayah dan Bunda, kalau kedua orangtua memiliki riwayat alergi, maka anak akan memiliki risiko cukup besar untuk juga mengalami alergi. Memang jenis alergi yang muncul tidak selalu sama. Tetapi pada anak-anak, jenis alergi yang sering muncul pertama kali adalah alergi makanan.

Dengan demikian, salah satu cara mengurangi risiko alergi pada anak yang memiliki riwayat alergi pada orangtua adalah dengan mengupayakan agar anak tidak terpapar penyebab alergi, khususnya dari makanan. Protein susu sapi merupakan protein asing yang biasanya pertama kali dikenal/diterima oleh saluran cerna anak, maka biasanya ini adalah bentuk alergi yang muncul pertama kali.

Alergi susu sapi dapat muncul dengan gejala kemerahan pada kulit, kembung, buang air besar cair, dan sebagainya. Bagi anak yang memang telah diketahui memiliki riwayat alergi dalam keluarga, khususnya terhadap susu sapi, bila hendak diberikan susu formula, dianjurkan untuk memilih jenis susu formula yang proteinnya sudah dihidrolisat parsial (sebagian).

Namun bila akhirnya ternyata muncul juga alergi susu sapi, maka pilihannya adalah mengganti dengan susu yang sudah terhidrolisat secara ekstensif, atau berupa asam amino atau dapat pula menggunakan susu yang berbahan dasar protein kedelai (soya).

Dalam kepustakaan memang disebutkan, sebagian anak yang alergi susu sapi juga alergi terhadap susu soya, namun sebagian besar tidak. Mencegah alergi susu sapi memang tidak mudah, tetapi dapat diupayakan dengan menghindari pencetusnya sejak awal. Ketika anak menjadi semakin besar, sebagian sifat alergi biasanya akan berkurang seiring kematangan sistem pencernaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *