Doa Meminta Hujan Cepat Terkabul

Hujan adalah salah satu hadiah terbesar yang diberikan Allah SWT kepada hamba-hambanya. Tanpa hujan, bumi akan menjadi kekeringan, pohon-pohon sekarat, hewan mati kehausan dan begitu juga manusia, karena air adalah sumber kehidupan, ketika hujan tidak turun dan / atau kekeringan yang berkepanjangan, maka kita harus bertanya kepada Allah SWT agar untuk mengirim hujan ke bumi ini.

Doa Meminta Hujan Cepat Terkabul

Dikutip dari artikel waheedbaly.com Meminta hujan dapat dilakukan dengan melakukan sholat istisqo di jemaat yang biasanya dilakukan di lapangan, dan / atau setidaknya berdoa untuk mandi cepat, membaca sholat istisqa atau meminta air hujan dianjurkan sebanyak mungkin selama kekeringan musim. Tetapi baik bahwa doa istisqa dimulai dengan doa rakyat jelata, yang merupakan doa Rasulullah dalam menghadapi kesengsaraan secara umum menurut Bukhari berikut dan sejarah Muslim.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ

Lā ilāha illallāhul ‘azhīmul halīmu, lā ilāha illallāhu rabbul ‘arsyil ‘azhīmi, lā ilāha illallāhu rabus samāwāti wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil karīmi.

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang agung dan santun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Arasy yang megah. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan Arasy yang mulia.”

Doa juga ditawarkan selama kekeringan panjang adalah penerapan aplikasi curah hujan berikut.

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

Yā hayyu, ya qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu.

Yaitu, “Wahai substansi yang hidup dan lurus, dengan rahmat-Mu aku mencari bantuan,” (Lihat Sheikh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H / 2012 M, juz II, halaman 366).

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allāhumma, rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nāri.

Artinya, “Ya Allah, Tuhan kami. Berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Selamatkanlah kami dari siksa neraka.”

Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin juga mendesak orang-orang untuk memperbanyak sholat seperti yang dinyatakan dalam Surat al-Baqarah ayat 201.

Itu berarti, “Ya Tuhan, Tuhan kami. Beri kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Selamatkan kami dari siksaan neraka. “

Berikut ini adalah doa doa istisqa yang diceritakan oleh beberapa perawi seperti Imam As-Syafi’i, Abu Dawud, dan lainnya. Berikut ini adalah doa istisqa yang dikutip dari Sheikh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H / 2012 M, juz II, halaman 366.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ

اللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ وَالْبَهَائِمِ وَالْخَلْقِ مِنَ الْبَلَاءِ وَالْجَهْدِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُو إِلَّا إِلَيْكَ

اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ

اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوعَ وَالْعُرْيَ وَاكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ

اللَّهُمَّ إِنَا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا

Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī’an marī‘an (lan riwayat murī‘an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā’iman.

Artinya, “Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi.”

Allāhummasqināl ghaitsa, wa lā taj‘alnā minal qānithīn.

Artinya, “Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan .”

Allāhumma inna bil ‘ibādi wal bilādi wal bahā’imi wal khalqi minal balā’i wal juhdi wad dhanki mā lā nasykū illā ilaika.

Artinya, “Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu .”

Allāhumma anbit lanaz zar‘a, wa adirra lanad dhar‘a, wasqinā min barakātis samā’i, wa anbit lanā min barakātil ardhi.

Artinya, “Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.”

Allāhummarfa‘ ‘annal jahda wal jū‘a wal ‘urā, waksyif ‘annal balā’a mā lā yaksyifuhū ghairuka.

Artinya, “Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu.”

Allāhumma innā nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā’a ‘alainā midrārā.

Artinya, “Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.”

Doa Rasulullah SAW ini diriwayatkan oleh banyak perawi.

Sumber : https://waheedbaly.com/doa-meminta-hujan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *