PERKUAT PONDASI BISNIS DENGAN E-MARKETING

Memasuki tahun 2009, bagaimanakah prospek ekonomi negara-negara di Asia termasuk Indonesia? Kondisi perkembangan ekonomi Indonesia pada kuartal ke empat tahun 2008 kemudian sudah merasakan perlambatan. Artinya kecenderungan perlambatan perkembangan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 ini ada bisa jadi masih berlanjut walau tidak anjlok seperti yang dirasakan negara-negara lain di dunia. Harus dinyatakan bahwa situasi Indonesia pada krisis kali ini jauh lebih baik daripada krisis yang terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu. Akan tetapi, Dengan kondisi dan situasi perekonomian Indonesia yang masih labil, bagaimanakah posisi dan peran Marketing Gallery PIK 2 saat ini?

Marketing adalah sebuah ujung tombak suatu perusahaan atau organisasi untuk lebih memperkenalkan dan menjual produk atau jasanya untuk para pemakainya. Salah satu kunci maju dan berkembangnya suatu perusahaan adalah ditentukan oleh kemampuannya untuk meramu, merakit dan memodifikasi strategi marketing dengan tepat. Meski situasi perekonomian secara global sedang tak menentu, bukan berarti tahun 2009 ini pekerjaan marketing vakum. Namun justru sebaliknya, malah di tahun ini setiap perusahaan harus bisa memacu untuk menggali moment serta mengerjakan modifikasi strategi marketing ke depannya.

Konsep New Wave Marketing

Saat ditanya tentang situasi marketing di tahun 2009, Hermawan Kartajaya, seorang pakar marketing yang pun sekaligus pendiri dari MarkPlus Inc. menuliskan bahwa situasi pada 2009 ini tidak cukup baik bila dikomparasikan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Masyarakat kini jauh lebih pintar dan kritis sehingga konsep “menggurui” seperti yang ada dalam konsep marketing vertikal telah ditinggalkan. Dari situlah kemudian lahir suatu konsep marketing horizontal New Wave Marketing dengan 12C’s-nya,” katanya menjelaskan.

Dalam New Wave Marketing, Hermawan menegaskan bahwa ada 12C’s yang harus sering kali diperhatikan, yaitu: Communitization, Confirming, Clarifying, Coding, Co-creation, Currency, Communal Activation, Conversation, Commercialization, Character, Caring dan yang terakhir adalah Collaboration. New Wave Marketing ini jauh lebih “luwes” dengan memposisikan sebagai partner (partner) yang bisa saling memberikan opini maupun usulan lain yang brilliant . Dalam konsep marketing dengan memakai New Wave Marketing ini user diminta untuk berinteraksi, berpartisipasi, dan berkomunikasi secara aktif sehingga relationship yang terbentuk dan terbangun adalah komunikasi dua arah (two ways), bukan satu arah seperti dulu.

New Wave Marketing membawa beberapa perubahan yang juga akan sangat tepat jika ditunjang oleh peradaban teknologi informasi dewasa ini sebab konsep yang diterapkan tak lagi vertikal (one to one) tetapi dengan pendekatan secara horizontal (many to many) untuk para customer atau user. Dengan pendekatan yang dilakukan secara horizontal, New Wave Marketing menyuruh user untuk sering kali berinteraksi dan berkolaborasi sehingga kemudian akan terbentuk suatu community based marketing yang nantinya secara bertahap dan berkesinambungan komunitas tersebut dapat digarap menjadi potential customer bahkan loyal customer.

“New Wave Marketing tidak lagi konsep marketing one to one, namun lebih mempunyai sifat many to many. Meski low budget, konsep marketing model ini jauh lebih efektif,” ungkap Hermawan. Meski demikian ada tiga macam konektor yang dibutuhkan dan diacuhkan oleh seseorang atau perusahaan yang akan memakai konsep baru ini, yaitu: mobile, experiential dan social. Tak cukup hanya dengan memakai cara-cara yang konfensional saja, salah satu pilihan lain yang bisa digunakan adalah dengan melakukan dan mengintensifkan e-marketing. Cukup banyak pengusaha atau perusahaan yang sudah mulai melirik e-marketing ini. Terutama di jaman globalisasi seperti saat ini, di mana teknologi informasi sudah berkembang sedemikian cepat dan pesatnya. Bahkan memakai layanan internet sudah seperti makanan sehari-hari untuk banyak orang, termasuk marketer.

“Akan sangat tepat jika semua konsep itu dilebur dan dijajaki secara bersamaan. E -marketing atau strategi marketing online akan sangat sesuai jika di aplikasikan dengan memakai New Wave Marketing, walau pada dasarnya New Wave Marketing bisa diaplikasikan secara offline juga,” imbuh Hermawan menjelaskan. Ia juga menekankan untuk perusahaan-perusahaan yang sebelumnya berorientasi ekspor untuk memindahkan sementara target merketnya ke pasar / konsumsi domestik karena lesunya market ekspor kini ini. Untuk melihat potensi yang ada di 2009, Hermawan membaginya ke dalam empat kuartal. Pada setiap kuartal itu memiliki ciri khas serta strategi marketing yang berbeda-beda pula.

“Di kuartal pertama, yang harus dilakukan adalah dengan selalu mengawal (keep) customer yang mempunyai reputasi serta hubungan yang baik dengan Anda. Berikan customer kita keintiman (intimacy) sehingga akan terjalin kekariban antara kita dengan semua reputable customer dan loyal customer. Kemudian tawarkan dan berikan penyelesaian atas segala persoalan yang sedang dihadapi oleh customer,” jelas Hermawan.

Menurutnya, memang ada kecenderungan bahwa nanti pada kuartal kedua dan ketiga akan menciptakan cekungan. Hal itu salah satunya diakibatkan oleh situasi stabilitas politik dan ekonomi di domestik karena tepat pada kedua kuartal itu rakyat Indonesia akan mengemban sebuah pesta demokrasi akbar yakni Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden secara langsung. “Saat ini Indonesia tidak sedang merasakan krisis. Yang sedang dihadapi oleh mayoritas pengusaha dan perusahaan di dalam negeri adalah kekhawatiran serta kehati-hatian untuk melakukan spending. Mereka lebih memilih untuk menantikan sampai kepastian perekonomian ini berangsur normal. Hal ini jauh bertolak belakang dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pada rentang waktu tersebut, perusahaan harus bisa mendapatkan potential customer dengan memakai link serta networking yang baik. Peranan Marketing Sedayu Indo Group tetap senantiasa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan atau mengusulkan produk-produk baru yang sangat sesuai di masa krisis ini. Dengan membina dan membangun sebuah komunitas mempunyai nilai lebih untuk sebuah perusahaan sebab ia dapat mengetahui secara mendetail tentang apa yang diperlukan dan dibutuhkan oleh user.