Indonesia Memiliki 1 Startup Bergelar Decacorn Dan 4 Bergelar Unicorn

Ada Indonesia disebut sebut sebagai negara yang sangat cepat pertumbuhan perusahaan rintisannya atau startup. Startupanking.com mencatat bahwa Indonesia setidaknya memiliki 2.079 startup dan menjadi 5 terbesar di dunia.

Tetapi dari sekian banyak startaup, yang berhasil menyandang gelar decacorn itu hanya beberapa perusahaan saja. Decacorn ini sendiri merupakan startup yang sudah memiliki nilai valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS atau setara dengan Rp. 141 tiriliun. Di Indonesia sendiri hanya Gojek satu satunya perusahaan asal RI yang berhasil menyandang status decacorn.

Dikutip CB Insight, Gojek yang merupakan perusahaan rintisan yang mengandalkan sharing economy sebagai bisnis intinya ini sudah memiliki nilai valuasi diatas US$ 10 miliar dan mendapatkan suntikan dana dari beberapa perusahaan besar seperti Formation Group, Sequioa Capital India, dan juga Warburg Pincus.

Sedangkan injeksi lainnya yang menjadi kekuatan bagi Gojek berasal dari Google, Tencent Holdings, JD.com, Temasek Holdings, Astra Internasional, Meituan Dianping, dan juga Djarum Group. 

Dengan dana besar yang berada dalam genggamannya tersebut, Gojek sudah bisa melakukan berbagai ekspansi yang tergolong gencar sejak tahun 2018 lalu. Misalnya saja startup tersebut melakukan ekspansi ke beberapa negara di Asia Tenggara dan juga dihadirkannya fitur Go Pay sebagai upaya untuk mengomptimalkan layanan pembayaran digital. 

Startup dengan Gelar Unicorn

Unicorn indonesia

Jika Gojek sudah berhasil menyandang gelar decacorn satu satunya di Indonesia, lalu startup apa saja yang berhasil menyandang gelar unicorn di Tanah Air? Berikut dibawah ini 4 startup Indonesia yang mendapat gelar Unicorn diantaranya yaitu : 

  • Tokopedia

Tokopedia merupakan perusahaan rintisan yang fokus dibidang e-commerce online-to-online (O2O) yang berhasil meraih gelar unicorn setelah mendapatkan kucuran dana dari Alibaba Group sebesar 1,1 miliar AS pada tahun 2017 lalu.

Unicorn Indonesia yang satu ini memiliki misi “Pemerataan ekonomi secara digital” dan sekarang diklaim sudah memiliki lebih dari 90 juta pengguna aktif per bulan dan 6,4 juta penjual. 

  • Traveloka

Traveloka didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan juga Albert Zhang. Perusahaan rintisan yang fokus pada bidang travel di Asia Tenggara yang pertama berhasil meraih gelar Unicorn.

Traveloka berhasil menyandang gelar unicorn setelah mendapatkan kucuran dana sebesar 350 juta dollar AS dari Expedia sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang yang sama pada Juli 2017 lalu. 

  • Bukalapak

Bukalapak merupakan perusahaan rintisan di bidang e-commerce yang didirikan pada tahun 2010 lalu oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid.

Gelar Unicorn berhasil diraih Bukalapak setelah mendapatkan kucuran dana dari beberapa grup investor besar seperti salah satunya Emtek Grup dan 500 Startups. Dan yang terbaru Bukalapak baru saja mendapatkan suntikan dana dari Shinhan GIB sebuah perusahaan asal Korea Selatan. 

  • OVO

Rudiantara selaku Menkominfo pada ajang Siberkreasi 2019 mengatakan bahwa OVO sudah berhasil meraih gelar unicorn. OVO sendiri merupakan penyedia layanan pembayaran elektronik besutan Grup Lippo yang diperkirakan memiliki nilai valuasi sebesar 2,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp. 41 triliun oleh firma analis perusahaan CB Insight.

Menurut CB Insight, angka tersebut sudah dicapai startup tersebut sejak 14 Maret 2018. OVO merupakan layanan dompet digital yang menawarkan kemudahan dalam bertransaksi di sejumlah mitra OVO. Platform ini juga bisa dimanfaatkan untuk membayar aplikasi Grab.