Tempat wisata wajib dikunjungi di kota sydney

Apakah kebaikan apa yang saya lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga acara perjalanan kali ini ada mbayari – meskipun satu paket dengan risiko yang harus ditanggung, seperti bentuk tanggung jawab, integritas perusahaan, dan ikatan selama bertahun-tahun. Menangis. ,,

Jadi ceritanya, dalam rangka meningkatkan sistem dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, majikan saya dikirim ke Sydney untuk mengikuti pelatihan, dan juga mengulik info seputar data sdy .

Dan di antara karyawan batu berlian di perusahaan, untuk beberapa alasan saya hanya upil butiran ini bahkan dapat peluang. Mungkin karena aku masih kali tolol ya? Terjadi perlu diberi banyak pelatihan. Tapi tidak pa-pa lah. Selama pelatihan ke Australia. Yay!

Tapi meskipun statusnya pelatihan, saya masih bisa berjalan tablet ternyata. Ya, meskipun agak tidak semestinya tergesa-gesa Betcha. Maklum, aku benar-benar dijadwalkan kegiatan padat dan akan banyak PR #cieh_yang_sibuk Tapi untungnya, saya Ausi agar sesuai dengan waktu selama musim panas sedikit lebih panjang. Jadi bisa lah pulang dari sekolah jalan-jalan lurus. Dan tempat-tempat ini adalah hasilnya, harus melihat dari Sydney

OPERA HOUSE
Belum ke Australi rasanya, kalau kalian belum berfoto dengan tempat yang satu ini. Gak usah saya ceritakan panjang lebar. Toh kalian sudah familiar dengan tempat ini – meski mungkin baru lewat buku atau tipi-tipi. Seperti namanya, Opera House, tempat ini sejatinya adalah semacam gedung pertunjukan. Lihat acaranya tentu saja bayar. Tapi kalau hanya berfoto-foto di luar, pastinya gratis. Dan pertunjukan light show tiap weekend malam juga insyallah gratis.

20180128_133009
20180128_142939
20180128_143851
20180128_144159

Di samping Opera House ini, ada semacam resto-bar terbuka bernama Opera Bar. Tempatnya beken sekali di kalangan turis dan orang lokal. Saya sempat singgah sebentar buat gaya-gaya-an pesen afternoon cocktail. Tapi setelah melihat daftar menu dan harga-nya, saya jadi mikir-mikir lagi. Selain kuitansi-nya takut gak bisa di-reimburse, kayaknya kurang berkelas gimana gitu kalau jauh-jauh ke Australi cuma pesen es teh manis. Jadinya saya pamit langsung saja dari meja mas bartender. Tapi meskin begitu, view dari tempat ini woth it sekali untuk foto-foto dengan pemandangan Harbour Bridge dan kapal-kapal pesiar yang tiap sore parkir di dermaga Circular Quay.

20180128_145118
20180128_145259

Untuk menuju Opera House, Circular Quay, dan sekitarnya, kalian bisa naik kereta metro T2/T3, lalu turun di Circular Quay Station.

HARBOUR BRIDGE
Dari Opera House, jembatan ini sebenarnya sudah terlihat dengan jelas. Turis-turis yang ke Opera House juga pasti berfoto dengan latar jembatan ini. Tapi saya sih gak puas kalau hanya bisa berfoto dengan jembatannya. Kalau bisa mendekat, saya mendekat sekalian. Selama itu gratis dan tidak memakan banyak biaya. Betul, tidak?

20180128_145659

Dan Alhamdulillah-nya, pemerintah Australi sudah memfasilitasi semuanya. Dengan Bridge Walk, Harbour Bridge yang terkenal itu bisa kalian sebrangi sambil berjalan kaki dengan aman, nyaman, dan tanpa diklaksoni truk-truk kontainer seperti di Cikarang. Karena di sepanjang jembatan ini, sudah dibuatkan jalan khusus pedestrian. Menyeberanginya pun ternyata gak butuh waktu lama. Dari ujung ke ujung cuma butuh waktu sekitar 15 menit.

20180131_171957
20180131_172344
20180131_173728

Berikut ini vlog yang saya buat saat menyeberangi Harbour Bridge. Karena masih raw dan langsung upload, kalian pasti sudah bisa menebak kalau saya harus lebih banyak lagi belajar tentang bagaimana cara membuat video.

Buat kalian yang punya budget melimpah, kalian bisa mencoba program Bridge Climb-nya. Dengan sekitar 200-an dollar (AUD), kalian punya kesempatan menyeberangi jembata melalui arch-nya. Tenang saja, ada instruktur dan body harness-nya kok. Jadi dijamin aman. Tapi kalau kemahalan, kalian bisa mencoba atraksi yang lain, seperti Pylon Lookout yang harganya jauh lebih murah, 15 dollar saja. Tapi kalau masih mahal juga, ya jalan kaki normal saja seperti saya.

DARLING HARBOUR
It is a harbour. Ada air laut, kapal-kapal, dan sejenisnya. Baik itu kapal penumpang, kapal pribadi, atau kapal perang (meski hanya untuk display semata). Tapi dermaga ini cerderung komersial sih kalau menurut saya. Di sekelilingnya banyak sekali restoran-restoran berkelas yang gak pernah sepi pengunjung. Guru training saya pernah menyarankan untuk mencoba salah satu resto-nya. Tapi saya ogah kalau gak dibayari. Apalagi denger kata-kata berkelas dan terkenal-nya. Kayak uang saku saya banyak saja sih.

20180201_163139
20180201_162143
20180201_165423
20180203_135524

Meski saya kesini hanya untuk berburu view dan suasananya, di Daling Harbour ini ada juga tempat-tempat wisata lain seperti Sydney AquariumNational Maritime MuseumMadame Tussaud, dan yang lainnya. Aksesnya pun gampang karena dekat CBD (central business district). Malah saya ke sini cuma jalan kaki karena dekat kostan. Tapi kalau diakses dengan kendaraan umum, kalian bisa naik tram atau light train, turun di halte Darling Harbour.

ROYAL BOTANIC GARDEN
Taman paling luas (nomor dua) sejagad Sydney. Itulah Royal Botanic Garden-nya Sydney. Sejauh mata memandang, kalian akan melihat lapangan ijo-ijo. Tapi sebenarnya banyak yang bisa kalian lihat di sini, seperti green house-nya, government house, dan yang lainnya.  Kalau sore, orang-orang Australi sana banyak yang pergi ke taman ini untuk jogging, mengasuh anak dan anjing, atau sekedar bersantai glimbungan di rerumputan. Tiket masuknya pun cuma-cuma, kecuali atraksi-atraksi tertentu yang mengharuskan kalian bayar.

20180128_141238
20180128_141557
20180128_142034

Sayangnya saya gak terlalu meng-explore Royal Botanic Garden – karena buru-buru mblanjur ke Mrs. Macquries’s Chair untuk hunting view Opera House dan Harbour Bridge.

20180128_134403
20180128_135739

Kalian bisa mengakses garden ini dengan jalan kaki dari Opera House atau Hyde Park. Kalau naik bus atau kereta metro, kalian bisa turun di Circular Quay Station atau Martin Place Station. Lalu jalan kaki 10 menitan. Tapi ingat, Botanic Garden ini tutup jam 8 petang saat summer. Dan di musim lain, biasanya tutup jam 6 atau jam 5.

BONDI BEACH
Meski lahir dan dibesarkan di area pesisir utara laut jawa, belum ada satu pun pantai yang membuat aww di hati saya. Tapi di Bondi, it was totally new experince. Pasirnya putih dan air lautnya biru banget. Bahkan di spot-spot tertentu yang dekat karang, airnya bergradasi dari biru tua ke hijau tosca. It’s amaziiinngg!!!

20180203_113451
20180129_201646

Sayangnya, kalian dilarang berenang di sini. Sometimes bisa, tapi mostly enggak – meski berelancar masih diperbolehkan. Ocean waves, gitu loh! Tapi di deket Bondi Beach sini ada semacam swimming club, dimana kolam renangnya “menyatu” dengan air laut. Nama tempatnya Bondi Icebergs. Kalian bisa mencoba berenang di sini dengan hanya membayar 7 dollar saja.

20180203_103427
20180203_103451

Meski lokasinya sudah agak ke pinggiran – karena Bondi Beach ini termasuk atraksi utama di Sydney, pemerintah Australi sudah mempermudah akses kendaraan umum ke sini. Kalau kalian mau ke Bondi, kalian bisa menggunakan bus 333, lalu turun di halte Campbell Parade.

Anyaway, selain Bondi Beach, saya juga mengunjungi beberapa pantai lainnya selama mencoba Coastal WalkIt’s my longest coastal walk, 6 km dari Coogee Beach ke Bondi Beach. Tapi untuk cerita selengkapnya, tunggu saja nanti ya – ‘cause it’s tak kalah amazingnya.

BLUE MOUNTAINS
Sebenarnya saya mau cerita tentang Blue Mountain di tulisan tersendiri. Tapi karena postingan ini judulnya apa yang wajib dkunjungi di Sydney, I’ll put Blue Mountain to the list. Tapi untuk detailnya, tunggu ntar juga deh ya.

20180204_094259_HDR
20180204_102215

Dan seperti itu lah tempat-tempat yang wajib kalian kunjungi kalau kalian punya waktu terbatas di Sydney. Tapi kalau waktu kalian mepet banget karena ke Sydney cuma mampir transit, at least top 3 dari list ini sudah cukup sebagai bukti ke calon mertua kalau kalian pernah ke Australia. Sedangkan buat kalian yang punya waktu tinggal lebih lama, kalian bisa sekalian melihat-lihat tempat-tempat lain yang tak kalah serunya.