Cara Menanam Singkong yang Baik Sederhana

Cara menanam singkong yang baik adalah topik pembahasan kita pada kali ini sebelum masuk ke inti pembahasanya lebih baik kalian tahu terlebih dahulu singkong itu tanaman apa dan sejarah singkatnya.

Sejarah Singkat Singkong

Cassava disebut juga cassava atau singkong dalam bahasa latin disebut Manihot esculanta, dan dalam bahasa Inggris crantz disebut cassava, tanaman tahunan tropis dan subtropis dari famili spurge. Umbi banyak dikenal sebagai bahan makanan pokok penghasil karbohidrat, dan daunnya adalah sayuran.

Ubi kayu merupakan panjang umbi atau akar pohon dengan diameter rata-rata 3-5 cm dan panjang 30-80 cm, tergantung jenis ubi kayu yang ditanam.Daging umbi berwarna putih atau kekuningan. Umbi singkong tidak tahan lama di lemari es. Gejala kecacatan pada keluarnya warna yang tidak wajar akibat asam hidrosianat yang bersifat racun bagi tubuh manusia.

Singkong merupakan sumber energi untuk karbohidrat, tetapi sangat kekurangan protein. Daun singkong mengandung asam amino metionin, yang menjadikannya sumber protein yang sangat baik.Pekerja mengolah ubi kayu pada zaman Hindia Belanda pada tahun 1915.

Singkong (Manihot esculenta) pertama kali diketahui tumbuh secara alami di hutan Brazil dan Paraguay pada zaman prasejarah di Amerika Selatan, sekitar 10.000 tahun yang lalu. Namun keberadaan reruntuhan Indonesia dibawa dari Brazil oleh Portugis pada abad ke-16 dan ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (Hindia Belanda) pada tahun 1810.

Menurut Hariono, pada masa penjajahan politik Kasaba, Kasaba abad ke-16 adalah masuk ke Marc-Indonesia oleh Portugis. Sejak kedatangannya, tanaman singkong ini membutuhkan waktu yang lama untuk menyebar terutama di pulau Jawa.

Cara Menanam Singkong yang Baik

1. Persiapan lahan budidaya ubi kayu

Tanah untuk budidaya ubi kayu harus dibudidayakan atau dibajak terlebih dahulu. Kemudian, jika pH tanah kurang dari 6,5, semprotkan kapur pertanian atau dolomit.

Tanaman singkong tidak menyukai tanah yang berair, berlumpur atau tanah yang rawan banjir saat musim hujan. Oleh karena itu perlu dilakukan pembuatan bedengan dan gundukan sesuai dengan lebar, tinggi dan panjang bedengan sesuai dengan kondisi lahan.

Ranjang sebaiknya tidak terlalu tinggi agar Anda bisa dengan mudah melakukannya nanti. Jarak antar bedengan adalah 50-60 cm. Jika perlu, atau jika lahan garapan ubi kayu tidak terlalu subur, pupuk sebaiknya diaplikasikan pada bedengan sebagai pupuk dasar.

Dosis pupuk disesuaikan dengan kesuburan tanah dan tingkat ketersediaan pupuk. Setelah itu diamkan kurang lebih 10 hari sebelum ditanam.

2. Persiapan bibit ubi kayu yang dibudidayakan

Perbanyakan Singkong dilakukan dengan stek batang yaitu batang singkong sepanjang 20 cm. Bibit yang baik adalah bibit yang berasal dari tanaman yang cukup tua yaitu tanaman yang berumur 10 atau 12 bulan. Pilih tanaman yang bagus, besar, pucuk rapat, dan bebas penyakit.

Bagian yang cocok untuk pembibitan batang singkong adalah bagian tengah, 30 cm di atas pangkal batang dan 30 cm di bawah daun bagian bawah, yang masih menempel saat panen.

Batangnya bisa dipotong rata atau dimiringkan sesuai selera. Keunggulan stek miring adalah penampang melintangnya lebar sehingga lebih banyak akar yang bisa tumbuh.

Saya juga memberikan sebuah resep singkong yang bisa kalian coba yaitu olahan daun singkong

3. Cara memilih bibit singkong

Stek dan bibit singkong ditanam segera setelah stek. Bibit singkong ditanam dengan kedalaman 1/3 dari panjang stek. Hati-hati saat menanam benih, perhatikan kuncupnya dan jangan membalikkannya ke dalam.

Stek stek dan batang semai ditanam secara vertikal, tetapi jika dipotong secara diagonal, tanaman juga harus dimiringkan. Jarak tanam 60-70 cm (jarak antar tanaman) dan jarak baris 90-100 cm.

Penanaman bibit singkong sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Pasalnya, ubi kayu, umur 0-5 bulan, sangat membutuhkan air dan rentan terhadap cuaca kering.

4. Pemeliharaan tanaman singkong

Setelah penanaman selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan dan pemeliharaan. Pemeliharaan yang perlu dilakukan meliputi penyulaman, herbisida, peremperan tunas, pemupukan susulan, dan penbubunan.

Cara Pemeliharaan Singkong

  • Segera setelah 7-10 hari tanam, periksa apakah tanaman ubi kayu mati atau tumbuh. Jika benih mati, tidak berkecambah, atau tidak tumbuh dengan baik, segera sulam.
  • Menyiangi dan membersihkan rumput serta gulma yang tumbuh disekitar tanaman singkong. Jika memungkinkan, penyiangan sebaiknya dilakukan secara manual. Namun, jika ubi kayu dibudidayakan secara besar-besaran atau dalam skala besar, dapat dilakukan penyiangan dengan cara disemprot herbisida.
  • Rekatkan pada tunas tanaman untuk memaksimalkan buah singkong. Sisakan hanya dua pucuk per pohon. Tunas yang dipelihara dengan membuang tunas yang tumbuh buruk atau tidak kecil akan memprioritaskan bidikan di posisi atas.
  • Pemupukan ubi kayu terjadi 2-3 bulan setelah lahir. Pupuk yang digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur N, P, dan K secara seimbang. Pada jarak 25-30 cm dari batang tanaman, taburi pupuk dengan hati-hati untuk menghentikan tanaman.
  • Penimbunan berlebih adalah kegiatan mengosongkan tanah di sekitar perakaran tanaman singkong. Pengisian dilakukan dengan cara mengangkat tanah diantara bedengan (parit) untuk ditimbun disekitar tanaman setelah dilakukan pemupukan tambahan. Isi untuk melonggarkan tanah agar buah singkong tumbuh lebih besar.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat dan membantu kalian semua ,jika kalian ingin membeli mesin keripik singkong multifungsi untuk usaha maupun keperluan pribadi .Terimakasih