Filosofi Nuwo Sesat, Rumah Adat Lampung

Nuwo sesat merupakan penamaan dari rumah adat khas Provinsi Lampung. Secara harafiah, “nuwou” memiliki arti rumah atau balai dan “sesat” berarti musyawarah. Sehingga Nuwo Sesat dapat juga diartikan sebagai sebuah rumah atau balai yang digunakan sebagai tempat bermusyawarah.

Secara umum, rumah adat ini dapat dideskripsikan sebagai rumah panggung bertiang. Seperti rumah panggung pada umumnya, bangunan Nuwo Sesat juga didominasi oleh bahan kayu yang dipotong persegi panjang dan disusun sejajar membentuk dinding.

Adapun uraian lebih lanjut terkait fakta, keunikan, serta filosofi makna dibalik megahnya rumah adat Lampung dari sinan-arsitek.com sebagai berikut.

  1. Bangunan Rumah Panggung
  2. Tujuan Keberadaan Rumah Adat
  3. Bahan Dasar Rumah Adat
  4. Bagian-Bagian Ruangan Rumah Adat

Bangunan Rumah Panggung

Arti filosofis dibalik pemilihan rumah panggung selaku model rumah adat Nuwo Sesat bisa ditinjau dari kondisi alam Provinsi Lampung. Topografi alamnya yang didominasi oleh perbukitan serta daerah hutan menjadikan rumah jenis panggung selaku rumah yang sangat sesuai buat dibentuk.

Daerah lereng bukit hendak gampang terkena banjir bila debit air hujan turun lagi besar. Dengan terdapatnya rumah panggung hingga warga tidak butuh takut dengan terdapatnya banjir. Tidak hanya itu, bagi riset rumah panggung pula lumayan efisien selaku rumah anti longsor serta gempa lantaran mempunyai tiang penyangga yang kokoh.

Tujuan Keberadaan Rumah Adat

Tujuan spesial pembangunan rumah adat ini ialah selaku tempat bermusyawarah untuk para keseimbangan adat. Tetapi, pembangunan rumah adat ini pula mempunyai sebagian tujuan spesial yang lain.

Semacam ungkapan peribahasa Lampung yang melaporkan,“ ghiwon angkon”. Maksudnya kalau orang- orang di dekat kita semacam keluarga, sanak kerabat, teman, dan saudara haruslah senantiasa kita perhatikan.

Wujud atensi ini pastinya bisa dicurahkan melalui pertemuan adat yang di jalani di rumah adat Nuwo Sesar. Berkumpulnya warga buat rapat adat pula membagikan peluang buat hanya menyapa serta bertanya berita.

Bahan Dasar Rumah Adat

Pada dini mulanya, Nuwo Sesat cuma memakai batu selaku pondasinya. Tiang penyangga, lantai, sampai dindingnya juga memakai kayu dari alam. Sebaliknya atapnya memakai ilalang, ijuk, maupun rumbia.

Pemilihan bahan dasar ini dilatar belakangi oleh kecintaan warga yang mau menghargai alam. Rasa kepedulian tersebut melahirkan kepedulian serta penghormatan yang besar terhadap alam sehingga tidak mau merusaknya dengan bahan- bahan yang membahayakan alam.

Bagian- Bagian Ruangan Rumah Adat

Rumah adat Nuwo Sesat di Lampung mempunyai bagian- bagian ruangan yang terpisah- pisah antara satu dengan yang yang lain. Tiap- tiap ruang tersebut mempunyai guna yang berbeda pula antara satu dengan yang lain.

Selaku contoh, ruangan“ anjungan” berperan selaku tempat pertemuan non- formal sebaliknya“ pusiban” selaku ruang pertemuan resmi buat bermusyawarah.