Apakah Panel Surya Dapat Tetap Bekerja Saat musim Hujan ?

Panel surya solahart merupakan komponen utama didalam instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Secara sederhana, komponen ini mengonversi kekuatan matahari menjadi kekuatan listrik dan mengalirkannya ke tempat tinggal kita, sehingga alat elektronik yang berada di tempat tinggal kita dapat kita manfaatkan dengan semestinya.

Namun bagaimana jikalau cahaya matahari meredup sementara mendung atau hujan? Apakah panel surya senantiasa dapat bekerja? Berikut adalah ulasan singkat bagaimana panel surya bekerja menghasilkan listrik.

Panel surya terbuat dari bahan semikonduktor yang punya kandungan susunan bermuatan positif (layer-p) dan susunan bermuatan negatif (layer-n).

Diantara kedua susunan selanjutnya terdapat jembatan medan listrik atau biasa yang disebut dengan p-n junction, medan listrik inilah yang dapat menjadi pendorong aliran elektron pada layer-n dengan layer-p sehingga menghasilkan arus listrik Sejalan (arus DC). Lalu bagaimana dapat berlangsung aliran listrik tersebut?

Panel surya tidak bekerja sendiri didalam mensuplai listrik di tempat tinggal kita. Matahari selain pancarkan panas ke bumi juga pancarkan energinya yang punya kandungan sel foton.

Saat foton mengenai sel surya dapat berlangsung beda potensial elektron pada layer-p dan layer-n. Beda potensial ini sebabkan aliran elektron berlangsung didalam sel surya. Aliran elektron yang bergerak Sejalan inilah yang dimaksud dengan arus listrik DC (Direct Current).

Ada lebih dari satu skema yang dikenal didalam instalasi PLTS, yaitu on-grid dan off-grid. Instalasi PLTS tanpa baterai sebagai alat penyimpanan kekuatan dan tersambung oleh jaringan listrik lain seperti jaringan listrik PLN dapat disebut dengan instalasi PLTS on-grid.

Instalasi PLTS independent dan ditambah dengan baterai sebagai alat penyimpanan kekuatan dapat disebut dengan instalasi PLTS off-grid. Instalasi PLTS yang ditambah dengan baterai dan tersambung oleh jaringan listrik lain dapat disebut dengan PLTS hybrid. Untuk memahaminya lebih lanjut mencermati skema di bawah ini.


Pada umumnya, ketiga skema PLTS selanjutnya dapat manfaatkan inverter untuk mengkonversi arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Kenapa kudu diubah?

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, arus yang dihasilkan oleh panel surya berupa arus DC. Sedangkan, peralatan elektronik yang berada di tempat tinggal kita kebanyakan manfaatkan arus AC (Alternating Current).

Sehingga dibutuhkan inverter untuk membuat perubahan arus DC menjadi arus AC. Namun tersedia juga peralatan elektroknik yang manfaatkan arus DC sehingga tidak dibutuhkan inverter didalam instalasinya.

Contoh instalasi PLTS tanpa inverter adalah PLTS untuk pompa air surya dan penerangan lampu jalan (PJU) yang biasa kita temui di jalan bebas hambatan.

Dapat kita lihat ternyata reaksi yang berlangsung didalam panel surya untuk menghasilkan arus listrik diakibatkan oleh sel foton matahari, bukan dari panas matahari.

Sehingga kendati didalam situasi berawan, mendung dan hujan sekalipun, panel surya senantiasa bekerja mengkonversi kekuatan listrik, namun sebenarnya tidak seoptimal sementara cuaca terik. Mari bijak manfaatkan kekuatan ya, Energi Muda!