Synthesis Hadirkan Superblok Prajawangsa City di Kawasan Cijantung

Setelah berhasil bersama proyek Kalibata City (bekerjasama bersama Podomoro Land) dan Bassura City, Synthesis Development akan menghadirkan proyek teranyarnya yaitu superblok Prajawangsa City di Synthesis huis cijantung, Jakarta Timur.

Pembangunan proyek ini akan di mulai terhadap kuartal III-2017. “Peluncuran Prajawangsa City, secara formal akan ditunaikan terhadap Maret 2017.

Kemudian konstruksi di mulai terhadap Agustus 2017. Sedangkan serah menerima kunci step pertama, ditargetkan terhadap pertengahan 2020.

Menurut Mandrowo, proyek apartemen ini untuk mengakomodir kebutuhan hunian terlebih bagi ekspatriat yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang berada di Jalan Raya Bogor dan koridor TB.

Simatupang sampai Pondok Indah. Prajawangsa juga enteng dibuka lewat Tol Jagorawi. Apalagi ada konsep pembangunan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Kampung Rambutan.

Mandrowo menjelaskan, proyek Prajawangsa City akan dibangun delapan menara apartemen yang berdiri di atas lahan seluas 7 hektar. “Di dalam proyek ini nantinya kita juga akan lengkapi bersama sejumlah fasilitas yang menopang kehidupan sehari-hari jadi dari pusat perbelanjaan, taman bermain anak, fasilitas olahraga, dan lainnya.”

Hingga kini, dalam pemasaran step pertama ada tiga menara yang telah dipasarkan, yaitu F yang telah terjual 50%, menara G terjual 65% dan menara H terjual 80%. “Dalam situasi saat ini ini kita tetap optimis akan terserap pasar,” katanya.

Setiap menara, menyadari Mandrowo, akan terdiri dari 500 unit bersama tiga type pilihan unit, yaitu type studio (20,7-25,4 meter persegi (m2), type dua kamar (34,7-43 m2) dan type tiga kamar (51,8 m2).

“Setiap unit kita terlepas bersama harga Rp 12 juta per m2 atau lebih kurang Rp 250 juta untuk type terkecil dan Rp 600 juta untuk type terbesar. Harga di luar PPN.”

Harga sebesar itu, lanjutnya, telah mengalami kenaikan sebesar 13% sejak pertama dipasarkan di bulan April lalu. Rencananya, Synthesa Devlopment akan ulang tingkatkan harga sebesar 3% setelah 17 Oktober 2016.